13 Desember 2009

Tahun Baru, Raih Rahmat Allah

Badri

Kehidupan terus berlalu, hari-hari terus mengiringi kepergian usia manusia, makhluq ciptaan Allah nan mulia. Ujian demi ujian terus menghampiri kita. Dari yang ujian materi sampai ujian hati. Kemana kita kan melangkah wahai hamba Allah yang dimuliakan..? Bukankah Allah telah menciptakan perputaran matahari, bumi dan bulan sebagai hitungan waktu untuk membuktikan siapa yang pandai bersyukur dan siapa yang tidak.

“Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (QS AL Mulk : 1-2)

Tak terasa kita telah dipenghujung waktu akhir tahun miladiyah dan hijriah. Jika ingatnya kita kepada perputaran waktu yang penuh dengan hingar-bingar dan semangat pesta, mungkin telah banyak membuat hati jenuh dan penuh dengan karat-karat maksiyat. Maka sudah saatnya kita ingat pada pergeseran waktu yang menandakan semakin dekatnya dengan waktu “antrian” dan waktu “kehancuran”.

Bebarapa waktu lalu orang diingatkan lewat film “kiamat 2012” bahwa kiamat sudah dekat. Sekali lagi disampaikan, bahwa kiamat memang sudah dekat. Bukan karena kita terpengaruh dengan informasi dari film tersebut sehingga mengganggu keyakinan sebagian orang, sampai MUI mengaharamkan menontonnya. Tapi yang menjadi pertanyaannya adalah: “bekal apa yang sudah kita kumpulkan…? (tadabbur Qs Al Mulk:1-2).

Padahal Allahpun telah pula memberikan ujian itu dalam bentuk kenikmatan hidup dan kesusahan hidup orang-orang beriman dan manusia pada umumnya.

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS Al A’raaf:96)

Jangan halangi keberkahan dan rahmat dari Allah yang sangat kita nanti-nantikan itu. Terutama diakhir tahun, saat banyak muhasabah dan instrospeksi diri kita butuhkan untuk memperbaiki kehidupan kita dihari berikutnya, di tahun berikutnya.

Allah memberikan tiga kunci untuk mendapatkan rahmatNya, ketiga kunci itu adalah:
1. Iman.
2. Hijrah.
3. Jihad.

“Sesungguhnya orang yang beriman, orang yang berhijrah dan berjihad dijalan Allah mereka itu mengaharapkan rahmat Allah dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS Al Baqarah : 218)

Kunci pertama yang sudah kita miliki belum kita optimalisasikan. Kita beriman pada Allah, tapi kadang kita percaya juga pada takhayul, cara penyembuhan ajaib, batu, dll. Kita beriman pada malaikat, padahal malaikat yang kita imani ada sedang mencatat amal kita yang baik atau yang buruk, tapi kita tetap beramal buruk. Kita iman kepada kitab, tapi malas sekali membacanya meski hanya satu halaman saja. Kita beriman pada Nabi, tapi lebih mau mentauladani selainnya. Kita beriman kepada kiamat dan taqdir tapi sepertinya kita tidak pernah bersiap-siap menghadapinya. Marilah kita optimalisasikan Iman kita.

Dengan apa..? Dengan semangat hijrah menyongsong tahun baru, bulan baru dan hari baru. Tidak menjadikan hijrah hanya sebagai sebuah catatan sejarah, berpindahnya Rasul dan para sahabat dari Mekah ke Madinah untuk membuat kehidupan masyarakat baru yang lebih beradab. Tapi hijrah esensial adalah hijrah maknawiyah, hijrah hati. Dari keburukan menuju kebaikan, dari maksiyat kepada thaat.

Hijrah saja tidak cukup untuk meningkatkan kualitas amal. Maka amal yang terbaik adalah amal yang diliputi semangat jihad. Jihad yang tidak selalu diartikan perang hendaknya menjadi motivasi bagi kita untuk meingkatkan berbagai sektor amal yang kita geluti dalam kehiduppan ini.

Insya Allah tahun 1431 H dan 2010 M yang akan datang kita harapkan turun Rahmat Allah Swt. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan kirim komentar anda