13 Maret 2009

SISTEM KONTROL

Pendahuluan

Kata kontrol sering kita dengar dalam pembicaraan sehari-hari. Kata kontrol disini dapat diartikan "mengatur", dan apabila kita persempit lagi arti penggunaan kata kontrol dalam teknik listrik adalah, suatu peralatan atau kelompok peralatan yang digunakan untuk mengatur fungsi suatu mesin untuk menetapkan tingkah laku mesin tersebut sesuai dengan yang diinginkan.

Sistem yang mempunyai kemampuan untuk melakukan start, mengatur dan memberhentikan suatu proses untuk mendapatkan output sesuai dengan yang diinginkan disebut "Sistem Kontrol"



Dan pada umumnya sebuah sistem kontrol adalah merupakan suatu kumpulan peralatan electric/electronic, peralatan mekanik, atau peralatan listrik lainnya yang digunakan untuk menjamin stabilitas, transisi yang halus serta akurasi sebuah proses.

Setiap sistem kontrol memiliki tiga element pokok, yaitu : input, proses, dan output. Pada umumnya input berasal dari transducer. Transducer ini adalah suatu alat yang dapat merubah kuantitas fisik menjadi sinyal listrik. Beberapa contoh dari tranducer diantaranya dapat berupa : tombol tekan, sakelar batas, termostat, straingages, dsb. Tranducer ini mengirimkan informasi mengenai kuantitas yang diukur. Proses didalam sistem kontrol ini dapat berupa rangkaian kontrol dengan menggunakan peralatan kontrol yang dirangkai secara listrik. Dan ada pula yang menggunakan peralatan kontrol dengan sistem pemrograman yang dapat diperbaharui atau lebih populer disebut dengan nama PLC (Programmable Logic Controller).

Pada kontrol dengan sistem pemrograman yang dapat diperbaharui, program kontrol disimpan dalam sebuah unit memori dan memungkinkan atau dapat merubah program yang telah ditulis sebelumnya, yaitu dengan cara melakukan pemrograman ulang sesuai dengan yang diinginkan.

Tugas dari bagian proses adalah memproses data yang berasal dari input dan kemudian sebagai hasilnya adalah berupa respon (output)

Sinyal yang berasal dari bagian proses ini berupa sinyal listrik yang kemudian dipakai untuk mengaktifkan peralatan output seperti : motor, solenoid, lampu, katup, dsb.

Dengan menggunkan peralatan output ini kita dapat merubah besaran/ kuantitas listrik kedalam kuantitas fisik.



1.1 Kontrol Loop Terbuka



Sistem kontrol loop terbuka adalah merupakan suatu proses dalam suatu sistem yang mana variabel input akan berpengaruh pada output yang dihasilkan.

Gambar berikut ini menunjukan blok diagram dari sistem loop terbuka, yang mungkin dapat membantu anda dalam memahami sistem kontrol tersebut.

Jika kita lihat dari blok diagram, pada sistem kontrol loop terbuka di sini tidak ada informasi yang diberikan ke peralatan kontrol yang berasal dari peralatan output (variabel yang dikontrol), sehingga tidak dapat diketahui dengan tepat apakah output yang diinginkan sesuai dengan keinginan atau tidak. Terutama apabila terjadi gangguan dari luar yang dapat mempengaruhi output. Oleh karena itu pada sistem ini akan terjadi kesalahan yang cukup besar oleh karena tidak adanya koreksi.



1.2 Kontrol Loop Tertutup



Kontrol loop tertutup adalah sebuah proses yang mana variabel yang dikontrol secara terus menerus disensor kemudian dibandingkan dengan kuantitas referensi. Adapun variabel yang dikontrol ini dapat berupa hasil pengukuran seperti misalnya pengukuran temperatur, kelembaban, posisi mekanik, kecepatan putaran, dsb.

Kemudian hasil pengukuran tadi diumpan balikan ke pembanding (comparator). Pembanding ini dapat berupa peralatan mekanik, listrik/ elektronik, atau pneumatik. Pada alat pembanding ini antara kuantitas referensi dengan sinyal sensor yang berasal dari variabel yang dikontrol dibandingkan, dan sebagai hasilnya adalah sinyal kesalahan. Sinyal kesalahan ini hasilnya bisa positif atau negatif, secara matematis sinyal kesalahan ini seperti ditunjukan pada persamaan dibawah.



Error = harga hasil pengukuran variabel yang dikontrol - set point



Apabila kita lihat gambar blok diagram, maka pada blok peralatan kontrol dapat berupa peralatan yang dapat bekerja secara mekanik, listrik/ elektronik, ataupun pneumatik, yang mana pada blok ini menerima sinyal kesalahan dan menghasilkan sinyal output yang kemudian diberikan pada bagian proses untuk memperbaiki kesalahan sampai hasil/ produk betul-betul sesuai dengan yang diinginkan atau kesalahan sama dengan nol.

Demikian mekanisme sistem kontrol tertutup, dan mekanisme tersebut bekerja secara terus-menerus (berkelanjutan).



1.3 Merencanakan Sistem Kontrol Dengan PLC



Konsep pengontrolan sebuah sistem konrtrol adalah sederhana. Berikut adalah prosedur operasi dalam merencanakan sebuah sistem kontrol dengan menggunakan pendekatan yang sistematis, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:



1. Tentukan Urutan Kerja Mesin / Peralatan Pertama, anda harus menentukan peralatan dan sistem yang akan dikontrol. Sistem yang akan dikontrol dapat berupa peralatan yang merupakan bagian dari mesin atau berupa proses.



2. Identifikasi Tugas Dari Peralatan Input dan Output Eksternal Kedua, semua peralatan input dan output eksternal yang akan dihubungkan ke PLC harus ditetapkan. Peralatan input dapat berupa sakelar, sensor, dan sebagainya. Sedangkan peralatan output dapat berupa solenoid, katup electromagnetic, motor dan sebagainya. Setelah peralatan input dan output teridentifikasi, tentukan jumlah input dan output yang diperlukan sehingga kita dapat memilih PLC dengan jumlah I/O yang sesuai dengan kebutuhan.



3. Menulis Program Berikutnya adalah menulis program ladder berdasarkan pada urutan operasi dari sistem kontrol.



4. Memasukkan Program ke Memori Setelah memberi supply tegangan ke PLC, kemudian PLC dikonfigurasi terlebih dahulu menurut jenis PLC yang digunakan. Masukkan program ke memori dengan menggunakan komputer atau alat pemrogram lainnya. Setelah selesai memasukkan program ke memori, anda harus memeriksa kode error untuk mengetahui ada kesalahan atau tidak. Dan bila mana perlu simulasikan semua operasi untuk mengetahui apakah semuanya telah bekerja dengan semestinya atau tidak.



5. Menjalankan Sistem Sebelum tombol tekan ditekan yakinkan bahwa semua pengawatan input dan output adalah benar berdasarkan masing-masing tugas yang telah ditetapkan sebelumnya. Setelah anda yakin maka operasi PLC sekarang boleh mulai dijalankan......(masih berlanjut)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan kirim komentar anda