24 Maret 2009

Sistem Digital dan Sistem Bilangan

SISTEM DIGITAL Sistem digital adalah sistem yang mempunyai ciri-ciri/karakteristik bahwa semua informasi/data diolah/diproses dalam bentuk diskret/bertahap (step by step), sedangkan sistem analog adalah memiliki ciri informasinya berbentuk kontinyu/terus menerus tanpa jeda (smooth). disinilah yang paling membedakan sistem digital dan sistem analog. Ciri lain dari sistem digital adalah semua informasi tersebut dimanipulasi / dikonversikan ke dalam bentuk logika yaitu hanya memiiki dua kondisi/keadaan. Kedua kondisi logika tersebut diwakili oleh logika 1 yang merepresentasikan kondisi ON/HIGH/5V dan logika 0 yang merepresentasikan kondisi OFF/LOW/0V. Informasi/data tersebut dikombinasikan menjadi kode-kode yang memiliki arti tertentu. contoh: logika 0101 mewakili angka 5 dalam sistem bilangan desimal, sehingga ketika kita mempelajari suatu alat/perangkat yang berbasis digital akan mendapatkan bentuk datanya dalam bentuk biner atau sering disebut sebagai kode biner. Bila kita hubungkan antara sistem bilangan dengan sistem digital, maka sistem bilangan biner merupakan sistem bilangan yang paling tepat untuk mewakili kondisi logika / kondisi digital. Sehingga pada setiap pembahasan sistem digital selalu diawali dengan pembahasan sistem bilangan. SISTEM BILANGAN DESIMAL Sistem bilangan yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah sistem yang mengkombinasikan angka-angka(selanjutnya disebut digit) dari 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9 yang kalau kita jumlah semua digitnya/angkanya berjumlah ada 10 (sepuluh) digit. sehingga sistem bilangan ini disebut sebagai sistem bilangan desimal, dikarenakan sistem tersebut memiliki 10 angka / 10 digit. contoh : 5273 = 5000 + 200 + 70 + 3 = 5.10^3 + 2.10^2 + 7.10^1 + 3.10^0 (ket:10^3 = 10 pangkat 3) dari contoh diatas terlihat bahwa angka tersebut selalu/senantiasa dikalikan dengan perpangkatan 10. sehingga angka 10 tersebut dikatakan sebagai bilangan dasar/radik. Artinya sistem bilangan desimal mempunya bilangan dasar/base/radik = 10. kemudian posisi angka-angka 5, 2, 7 dan 3 memiliki perpangkatan yang berbeda sesuai dengan posisinya. angka 5 memiliki angka yang bernilai paling besar / paling banyak sehingga disebut sebagai Most Siginificat Digit (MSD). Adapun angka 3 memiliki angka yang bernilai paling kecil / paling sedikit sehingga disebut sebagai Last Siginificat Digit (MSD). Dengan kata lain semakin ke kiri posisi digit/angkanya maka semakin besar pula perpangkatannya (nilainya), demikian pula sebaliknya. berlanjut....