06 Januari 2009

Berita Palestina

Pengamat : Indikator di Lapangan, Hamas Unggul ketimbang Israel Selasa, 06 Januari 2009 13:17 warnaislam.com — Bangunan struktur organisasi yang kuat dalam kehidupan sosial di masyarakat. Langkah pengamanan yang cukup intensif sejak hari kedua serangan udara Israel. Berlangsungnya serangan roket yang tak berhenti ke pemukiman perampas Palestina, di Israel. Tiga hal ini menjadi indikator lapangan penting untuk menjawab pertanyaan, "Akankah Gaza tunduk di hadapan gempuran habis-habisan tentara Zionis?" Bila ingin ditambahkan, adalah kondisi di Israel sendiri. Terjadinya kepanikan luar biasa penduduk – yang sudah tentu perampas dan penjajah tanah Palestina – di kota-kota jajahan Israel akibat serangan roket yang semakin intensif. Di tambah jarak jangkau roket Al Qassam yang lebih jauh dari sebelumnya. Lokasi yang semula dianggap aman oleh Israel kini, terguncang oleh bom dan ketakutan warganya. Indikator ini juga menjadi bahan penting untuk menjawab pertanyaan, “Apakah Gaza akan tunduk di hadapan gempuran habis-habisan tentara Zionis?” Dan semua indikator itu menyebutkan, bahwa jawabannya adalah “tidak”. Gaza dan elemen pejuang Palestina di dalamnya takkan tunduk menghadapi serangan gila Israel.Hampir seluruh pengamat politik dan militer, baik dari kalangan Arab maupun Israel sendiri, sepakat, operasi militer yang sangat kejam atas Gaza tak mampu meruntuhkan tekad rakyat Palestina untuk tetap berdiri melawan pendudukan dan takkan mengibarkan bendera putih tanda kalah. Kebalikannya, hampir semua sepakat bahwa serangan ini hanya akan kian memperkuat posisi Hamas dan pejuang Palestina di masyarakat Palestina dan dunia, sekaligus menambah kekuatan Hamas dalam menghadapi serangan Israel selanjutnya. Ada alasan lebih teknis bahwa dalam konteks perang Gaza, pejuang Palestina yang mendapat support kuat dari masyarakat Gaza lebih memiliki nafas panjang ketimbang Israel. Pasalnya, Israel memang tak kan mampu melakukan perang panjang mengingat tidak lama lagi pemerintahannya akan memasuki fase pemilu parlemen. Jelas, mereka tidak akan mau menyelenggarakan pemilu di bawah ancaman roket. Sementara di sisi yang berbeda, ada banyak faktor yang bisa menjadikan Hamas mampu lebih lama melakukan perlawanan. Meski kondisi sangat memprihatinkan di mana korban sudah menembus angka 500 orang yang gugur dalam 9 hari serangan Israel, ditambah lebih dari 2000 orang terluka, tapi pejuang Palestina masih mampu melontarkan roket yang tidak sedikit ke arah Israel. “Perang yang terjadi saat ini prinsipnya, pihak mana yang mampu bertahan lebih lama berperang, dialah pemenangnya,” ujar pengamat politik Palestina Adnan Abu Amer. Di tingkat militer, para pengamat memandang bahwa pukulan Al Qassam terhadap Israel, telah membuktikan, “serangan yang lebih baik dari aspek kualitas maupun kecermatan target atau sasaran. Al Qassam mempunyai peta yang jelas dan lebih maju dalam beradaptasi dengan peperangan apapun. Apa yang dilakukan Al Qassam bukan sekedar aksi pembalasan yang tanpa arah tetapi pukulan yang menakutkan secara keamanan dan politik bagi Israel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan kirim komentar anda